Text
Gambaran kelainan refraksi pengemudi ojek online Shelter Pondok Ranji tahun 2022
Transportasi memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi karena merupakan inti dari mobilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat Indonesia. Menyadari pentingnya peran transportasi baik transportasi pribadi maupun umum yang terintegrasi dan diatur oleh sistim transportasi nasional agar dapat memberikan pelayanan transportasi yang tertib, nyaman, cepat, lancar dengan biaya murah. Mata merupakan salah satu organ penglihatan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana proses energi cahaya dari lingkungan menyebabkan perubahan khusus pada sel saraf, sel batang dan sel kerucut diretina menghasilkan potensial aksi saraf, yang ditransmisikan kesaraf optik dan kemudian ke otak, dimana informasi yang disebut penglihatan diproses. Semakin meningkatnya jumlah pengguna handphone seiring dengan kemajuan teknologi terutama dibidang transpotasi, menyebabkan terutama pengemudi ojek online yang mulai mengalami kelainan penglihatan, sehingga sulit bagi pengemudi ojek online untuk melakukan aktifitasnya menggunakan handphone dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelainan refraksi pada pengemudi ojek online di Shelter Pondok Ranji.
Metode penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi berjumlah 50 orang dan sampel berjumlah 35 orang pengemudi ojek online yang tidak menggunakan kacamata dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling, teknik purposive dan sumber datanya berdasarkan penyebaran survei pada pengemudi ojek online.
Hasil penelitian ini diketahui sebanyak 16 orang (45%) memiliki kelainan refraksi myopia ringan dan sebanyak 19 orang (55%) memiliki kelainan refraksi myopia sedang. Yang berjenis kelamin laki-laki adalah yang terbanyak berjumlah 30 orang (86%) dan perempuan hanya berjumlah 5 orang (14%),
Kesimpulan penelitian kelainan refraksi banyak diderita oleh pengemudi ojek online dengan kelainan refraksi myopia sedang antara S- 3. 00 - S- 5.00 sebanyak 19 orang (55%) dari total responden 35 orang (100%). Lebih banyak pengemudi ojek online yang berkerja lebih dari setahun, (89%) 31 orang, bekerja pada siang hari (91%) 32 orang dan 28 orang merasa kesulitan saat berkendara (80%). Kelainan refraksi tersebut disebabkan aktifitas para pengemudi ojek online banyak menggunakan handphone dan juga beberapa karena faktor genetik. Para pengemudi ojek online tersebut belum pernah melakukan pemeriksaan refraksi dan ditemukan bahwa mereka memiliki kelainan refraksi myopia.
| KTI00013e | KTI KR 22 00013e | perpus.e-leprindo.ac.id | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain