Text
Pengaruh Panjang Sumbu Bola Mata Terhadap Kelainan Refraksi Miopia
Kelainan refraksi merupakan salah satu gangguan penglihatan paling umum di dunia, dan menjadi penyebab gangguan penglihatan dan kebutaan nomor dua di Indonesia, dimana miopia menjadi bentuk kelainan refraksi paling umum ditemukan. Status kelaian refraksi khusunya miopia memiliki korelasi dengan perubahan pada media refrakta mata serta panjang pada sumbu bola mata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan serta pengaruh panjang sumbu bola mata terhadap kelainan refraksi miopia. Penelitian ini melibatkan 68 responden berusia 18-55 tahun, lebih tepatnya 136 mata yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kuantitatif, dengan pendekatan studi silang. Panjang sumbu bola mata yang diukur dengan biometri mata serta hasil refraksi subjektif diperoleh dari data sekunder berupa data rekam medis.
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara panjang sumbu bola mata dengan kelainan refraksi miopia, serta terdapat pengaruh signifikan dari panjang sumbu bola mata terhadap kelainan refraksi miopia (r = 0.801, p < 0.05).
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan panjang sumbu bola mata berpengaruh signifikan terhadap perkembangan miopia. Panjang sumbu bola mata menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan miopia, dan pemantauan rutin terhadap panjang sumbu bola mata pada individu dapat membantu pencegahan dan penanganan perkembangan miopia secara efektif.
| KTI00357 | KTI KR 24 00357 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2024) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain