Text
Gambaran Kelainan Refraksi Pada Siswa Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri 6 Jakarta Tahun 2024
Refraksi mata adalah masalah kesehatan umum yang dapat mempengaruhi individu dari berbagai kelompok usia. Kelainan refraksi terjadi ketika bentuk mata atau panjang sumbu mata tidak sesuai dengan titik fokusnya, menghasilkan penglihatan yang kabur atau tidak jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kelainan refraksi pada siswa berkebutuhan khusus di SLB N 6 Jakarta.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta pengumpulan data dilakukan melalui full sampling dari observasi langsung di SLB N 6 Jakarta pada bulan Februari hingga Mei 2024.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 159 responden yang dilakukan skrining (100%), sebanyak 31 siswa (19%) masuk kategori inklusi dan dapat menjalani pemeriksaan refraksi, sementara 128 siswa (81%) termasuk dalam kategori eksklusi. Dari data yang diperoleh, ditemukan bahwa 29 siswa (18%) dari hasil skrining mengalami kelainan refraksi. Di antara siswa tunarungu, 7 siswa (24%) mengalami miopia dan 13 siswa (45%) mengalami astigmatisme. Di antara siswa tunagrahita, 4 siswa (14%) mengalami miopia dan 5 siswa (17%) mengalami astigmatisme. Mayoritas responden melaporkan bahwa penglihatan kabur mengganggu proses pembelajaran mereka di sekolah luar biasa.
Penelitian ini menunjukkan bahwa skrining dan pemeriksaan refraksi yang dilakukan berhasil dalam mengoreksi dan memenuhi kebutuhan terkait kelainan refraksi pada siswa berkebutuhan khusus di SLB N 6 Jakarta.
| KTI00366 | KTI KR 24 00366 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2024) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain