Gangguan penglihatan menjadi perhatian utama diseluruh dunia baik di negara berkembang maupun negara maju. Sekitar 285 juta orang mengalami gangguan penglihatan dengan penyebab terbanyak diakibatkan oleh kelainan refraksi mencapai 43% dari total kasus. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, dengan melakukan metode observasi untuk mendapatkan hasil yang berupa angka, has…
Lensa kontak digunakan langsung pada permukaan bola mata, yaitu di permukaan kornea sehingga membuatnya menjadi lebih nyaman untuk digunakan. Refraksionis Optisien memiliki tugas penting untuk mengedukasi pemakaian dan perawatannya kepada pemakai lensa kontak lunak agar dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya ketidaknyamanan dalam pemakaian lensa kontak lunak. Desain penelitian ini adalah a…
Banyak orang yang belum sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mata dan mencegah kelainan refraksi dapat meningkatkan terjadinya kelainan refraksi pada tingkat yang lebih serius jika tidak di lakukan koreksi dan pencegahan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kebiasaan membaca terhadap tajam penglihatan yang sudah di koreksi dan sebelum di koreksi pada siswa kelas 4 dan …
Miopia (rabun jauh) merupakan salah satu bentuk kelainan refraksi, dimana sinar- sinar sejajar pada mata yang istirahat akan dibiaskan pada suatu titik didepan retina. Peningkatan kejadian myopia juga diperkirakan sebagai akibat dari perkembangan teknologi, salah satunya dalam bentuk peningkatan penggunaan gadget. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada gambaran penggunaan gadg…
Pemeriksaan refraksi subyektif adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang Refraksionis Optisi oleh karena itu sebagai mahasiswa Akademi Refraksionis Optisi harus mampu melakukan pemeriksaan refraksi subyektif. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui jenis kelainan refraksi dan mengukur besarnya kelainan tersebut yang perlu dikoreksi. Dalam melaksanakan pemeriksaan subyekt…
Mata adalah bagian dari panca indera yang berfungsi menangkap informasi yang ada disekitarnya mengirim sinyal ke otak untuk diolah sehingga bisa melihat dan membedakan bentuk, warna, tekstur, dan gerak. Salah satu gangguan penglihatan pada mata adalah Kelainan refraksi meliputi Myopia, Hypermetropia, Astigmatism. Dari Kelainan Refraksi tersebut bisa dikoreksi dengan menggunakan lensa kacamata. …
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur volume/kuantitas airmata pada pengguna kacamata khususnya kelainan refraksi hypermetropia, myopia, dan emetropia. Manfaat penelitian ini yaitu meningkatkan pengetahuan seorang refraksionis optisen terhadap pengukuran kuantitas airmata dalam menilai indikasi mata kering. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan pengumpulan data dari tinjaua…
Mata merupakan salah satu organ indera yang menjadi gerbang awal masuknya informasi. Penurunan tajam penglihatan dapat di sebabkan karena bayangan objek-objek yang di lihat oleh mata tidak di biaskan tepat pada retina. Disinilah peranan seorang Refraksionis Optisien diperlukan untuk dapat menentukan kelainan refraksi yang diderita pasien. Apabila mata menderita kelainan atau gangguan seperti my…
Pemeriksaan kelainan refraksi dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu pemeriksaan refraksi obyektif dan pemeriksaan refraksi subyektif. Pemeriksaan refraksi obyektif dilakukan dengan mengunakan alat autorefraktometer atau strek retinoscopy, pada pemeriksaan ini pasien bersifat pasif untuk mengetahui status refraksi dan ukuran kelainan refraksinya. Sedangkan pemeriksaan refraksi subyektif dilak…
Kelainan refraksi merupakan salah satu jenis gangguan pengelihatan, keadaan dimana terjadi bias panjang terhadap bola mata yang tidak sebanding atau seimbang. Gangguan pengelihatan karena kelainan refraksi adalah salah satu masalah yang paling sering terjadi pada anak dan merupakan suatu penyebab kebutaan dan akan berdampak negatif terhadap perkembangan kecerdasan anak. Tujuan penelitian ini a…